Apa sih leadership itu?
Tanya Pak Adhiyaksa Dault ketika beliau menjadi pembicara di Seminar yang berjudul Membangun Karakter Pemuda Islam Sebagai Agen Perubah Bangsa yang diadakan UKM Fajrul Islam.  Beliau melontarkan pertanyaan tersebut kepada para ratusan mahasiswa Gunadarma yang bertempat di kampus D.  Beliau mengatakan bahwa, bila ada yang bisa menjawabnya, akan diberikan 100rb.  Para mahasiswa banyak yang menjawab dan rata-rata menjawab Kepemimpinan.  Tapi yang dimaksud beliau bukan itu.  Para peserta pun tidak ada yang benar, lalu akhirnya beliau menjawab.  Leadership adalah pengaruh.  Seorang pemimpin harus dapat mempengaruhi orang lain.  Pengaruh bisa dibagi menjadi dua, yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. 
Dalam buku 100 tokohyang pengaruhnya sangat kuat.  Rasulullah lah yang pertama.  Beliau menjadi yang pertama karena beliau memiliki karakter yang kuat dan menjadi teladan bagi umat manusia.  Beliau tidak pernah mengatakan apa yang belum ia lakukan.  Sebelum menasehati orang lain, beliau terlebih dulu mencontohkannya.  Sungguh luar biasa sifat rasulullah.  Beliau juga diberi gelar Al-Amin yaitu orang yang dapat dipercaya.  Itulah yang menjadikan beliau sebgai pemimpin nomor satu. Dikarenakan karakternya yang kuat dan dapat dipercaya, musuhpun ketika berperang menitipkan barangnya kepada rasulullah.  Subhanallah.


Kau memberikan kehidupan
Terkadang karenamu pun
Pelangi menjadi muncul
Kau memberikan keindahan
Ketika bulan puasa
Kau sangat dinanti
Terima Kasih
Kau banyak memberikan manfaat 


Masalah suatu hal yang dipikiran kebanyakan  orang selalu negatif.  Tetapi bukankah manusia pasti selalu diberikan ujian?.  Di ayat Al-Qur’an pun ditulis bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan.  Maknai masalah tersebut sebagai suatu warna dalam hidup kita.  Bila dalam hidup tidak pernah mengalami masalah, darimana kita belajar untuk berpikir dewasa?.  Bila kita sudah bisa melalui masalah tersebut, pasti Allah akan memberikan masalah-masalah yang lainnya.  Jangan jadikan sebuah masalah itu bahwa Allah tidak sayang kepada kita.  Justru karena Allah sayang kepada kita, Allah memberikan masalah itu.
          Mengapa demikian?
Bila dianalogikan, masalah seperti ujian ketika di sekolah.  Bila kita dapat menyelesaikan ujian tersebut dengan baik, otomatis kita pun naik tingkat.  Begitu pula terhadap masalah dalam hidup, ketika masalah itu kita telah lalui dengan baik, derajat kita pun dinaikkan oleh Allah SWT. Amin. Jadi, bergembiralah ketika kita ditimpa masalah. 


Ada suatu dialog antara ibu dengan anaknya.  Si anak bertanya kepada ibunya sebelum dia tidur.

Anak : Ibu suka ga sih klo punya ibu kya ibunya ibu?(si anak bertanya dengan polosnya)
Ibu : Memangnya kenapa, kok kamu nanya begitu?
Anak : Iya, abis nenek cerewet sih, aku aja suka pusing dengerinnya
Ibu : Hhhhhhmmmmmmm, klo ibu berandai-andai ibu juga maunya punya ibu yang lembut,
         baik, ga cerewet, dll.  Tapi klo ibu berandai-andai seperti itu, artinya ibu tidak bersyukur
         terhadap pemberian Allah.
Anak : Tapi bu, neneknya temen aku orangnya baik dan ramah loh bu.  Ga cerewet kya nenek.
            Aku pengen deh punya nenek kya gitu.
Ibu : Iya, tapi belum tentu apa yang kita inginkan itu sebenarnya baik buat kita.  Allah lebih
        tahu apa yang kita butuhkan.  Nenek juga ga cerewet setiap hari kan?.  Nenek cerewet kalau
        kamunya dibilangin tapi ga dikerjain.  Nah, selebihnya nenek penyayang, suka perhatiin
        kamu, dll.
Anak : Oh iya ya bu.  Bener juga kata ibu. Berati aku harus lebih bersyukur ya bu.
Ibu : Iya, karena janji Allah pun ketika kita bersyukur, Allah akan menambahkannya.  Dan hidup
        menjadi lebih tentram.
Anak : Oh ok bu, berati aku harus selalu bersyukur biar nanti ditambahin nikmat yang lebih dari
            Allah.

Organisasi menurutku dapat dikatakan bekerja secara bersama-sama.  Di dalam organisasi kita diajarkan untuk saling melengkapi satu sama lain.  Kita sebagai manusia tentunya pasti tidak sempurna, maka dari itulah di organisasi kelemahan-kelamahan kita dapat tertutupi karena adanya teman-teman yang menonjol dalam bidang yang tidak kita kuasai.  Dari situlah kita dapat belajar untuk lebih memahami kekurangan diri sendiri.  Bukankah ketika suatu pekerjaan bila dilakukan bersama-sama, akan lebih cepat selesai daripada dilakukan sendiri?

          Selain itu, ketahuilah ketika melamar suatu pekerjaan, pengalaman organisasi juga dipertanyakan.  Banyak cerita-cerita tentang perbandingan orang yang mempunyai pengalaman berorganisasi dengan yang tidak pernah berorganisasi terhadap masa depan mereka.  Walaupun orang yang tidak pernah berorganisasi menjadi lulusan terbaik di universitasnya, tapi ketika melamar pekerjaan, interaksi sosial pun sangat dinilai.  Bagaiman cara bekerjasama yang baik dengan orang lain.  Karena di suatu perusahaan harus bekerja bersama-sama terlebih lagi bila Anda memutuskan untuk menjadi pengusaha.


Manusia adalah makhluk sosial.  Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.  Contohnya saja ketika tersenyum.  Coba bayangkan ketika kita sedang senyum-senyum sendiri, lalu ada orang lewat dan melihat Anda dengan tatapan aneh.  Bukankah orang itu berpikir Anda gila?.  Sesuatu hal kecil pun harus membutuhkan orang lain.  Karena kita makhluk social, setiap manusia satu sama lain harus adnya tenggang rasa.  Jangan selalu memikirkan kepentingan sendiri saja. 
          Bila Anda ingin diperlakukan baik oleh orang lain, mulai lah dari diri Anda terlebih dahulu untuk memperlakukan orang lain dengan baik.  Pasti hukum alam pun akan terjadi seperti sunatullah.  Yakinlah bahwa perbuaan yang kita lakukan kepada orang lain, itu adalah untuk diri kita sendiri.  Maka dari itu, bersikaplah baik kepada sesama makhluk hidup lainnya.


Inilah yang benar-benar membuat seseorang pastinya sedih yang teramat sangat.  Bayangkan saja misal kita sudah tidak lagi dipedulikan oleh orang tua kita.  Bukankah sangat menyakitkan?  Orang tua yang merawat dan mendidik kita.  Apakah mungkin mereka tidak mempedulikan kita?
          Itu hanyalah pembahasan sekilas, agar lebih memahami makna dari “Kehilangan Kasih Sayang-Nya”.  Ciri-ciri ketika seseorang sudah kehilangan kasih sayangnya adalah sudah tidak bisa membedakan yang baik dan buruk.  Di zaman sekarang, zaman yang terlalu mementingkan hal duniawi, sangat sukar membedakannya.  Banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tanpa melihat hal tersebut benar menurut syariat atau tidak.  Walaupun misal orang yang telah mencapai tujuannya dengan cara-cara yang tidak baik terlihat baik oleh banyak orang.  Tapi, ketahuilah di hatinya selalu mengalami kegelisahan, hidupnya selalu tidak tenang. 
          Itulah ciri-ciri orang yang sudah kehilangan kasih sayang-Nya.  Sebenarnya kata hati dari setiap orang adalah mengatakan tentang kebaikan tapi ketika seseorang menolak kata hatinya, orang tersebut sudah cenderung kepada keburukan.  Berhati-hatilah ketika sudah kehilangan kasih sayang-Nya.  Tidak ada yang bisa menolong kecuali tanpa seizin-Nya.