Indah duduk disamping kiri novi, itu berarti duduk di depanku kadang-kadang.  Indah menyukai artis-artis korea, entah dari film maupun boy bandnya.  Dia teman pulang barengku.  Selain indah juga ada poppy tapi poppy sekarang sudah jarang pulang bareng kita.  Menurutku indah selalu mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan ngotak-ngatik computer.  Kaya mekanik aja ya indah ini.hhehehehe
            Dia juga kalau ada tugas-tugas kelompok yang berhubungan dengan computer, dia sering mengerjakannya duluan, kita hanya melihat indah atau juga kita minta ajarin sama indah.  Indah juga orangnya panikan, ketika mau ujian atau kuis, dia gelisah sendiri padahal dia sudah belajar.  Dia juga orangnya kepikiran terhadap tugas-tugas, saking banyaknya tugas, dia panic dan kepikiran terus.  Itu menurutku hal yang biasa terjadi, aku pun pernah mengalaminya, tapi aku mencoba untuk mengerjakan sedikit demi sedikit agar tugasnya cepat selesai.     
            Kalu terlalu dipikirkan, malah membut pusing sendiri.  Ayo ndah jangan ngeluh, karena ngeluh itu juga ga ada gunanya buat tugas-tugas yang numpuk.  Kerjakan saat ada waktu luang agar ga jadi beban pikiran.  Aku yakin kamu bisa. Ok. Terima kasih Indah telah mengajari aku tentang hal-hal yang berhubungan dengan computer.  Terima kasih sudah selalu menemaniku saat perjalanan pulang, tanpamu mungkin aku BT atau bengong sendiri di angkot.  Aku takut lupa untuk berterima kasih kepadamu, menuliskan dalam tulisan ini saja sudah membuatku lega.  Aku juga takut hanya menyimpan ini sendirian, karena setiap orang mempunyai hal yang patut untuk dibanggakan.  Itulah kebangganku terhadapmu.   TERIMA KASIH INDAH ;) 

           


Etha duduk di depanku tepatnya selalu di sebelah kanan novi.  Tetapi ketika pertama bertemu, aku duduk di sebelah kanannya.  Dia juga teman FB pertamaku (dalam satu kelas), karena ketika berkenalan, etha membuka FBnya dari HP dan aku langsung men-confirm-nya.  Di FBnya, dia bernama Margaretha Girsang.  Hampir setengah tahun sudah kenal dengannya, dia orang yang sering pipis.  Aku ingat ketika pertama bertemu pun, baru selesai pelajaran pertama, dia minta anterin pipis.  Aku kira itu biasa, tetapi selama aku kenal dia ternyata memang kenyataannya Etha “beser” (sering pipis).
            Etha juga berwatak keras, tetapi dia bisa menjadi lembut terhadap orang-orang yang dia sayangi.  Dia sangat banyak bertanya, sampai-sampai aku dan yang lainnya bingung untuk menjelaskan karena kalau dia belum puas dengan jawabannya, dia akan terus bertanya.  Tapi dari segala pertanyaannya, itu membuka wawasan yang luas buatku ataupun temana-teman lainnya.  Pertanyaan-pertanyaanya membuat aku mencari tahu dari orang lain yang lebih memahami tentang hal-hal yang ditanyakan etha.  Dari pertanyaan-pertanyaan yang ringan maupun barat, itu sangat mempengaruhi pola pikir kita terhadap suatu hal.
            Apa yang etha inginkan, pasti dia akan berusaha untuk meraihnya.  Aku salut dengan segala perkataan tentang keinginannya.  Karena apa yang dia katakan, dia selalu berusaha meraihnya.  Walaupun tiu bukan tantangan dari orang lain, tapi dia selalu mewujudkannya.  Contoh ketika aku, etha, dan mila sedang berbicara tentang sepatu otha.  Aku dan mila memakai sepatu yang sama(otha), lalu etha tiba-tiba bilang.  “Gw jadi pengen beli juga”.  Lalu beberapa hari kemudian, dia benar-benar merealisasikan hal tersebut.  Contoh lainnya juga ketika dia ditantang tentang modem, dia juga langsung membeli modem tersebut.
            Menurutku itu memang baik, karena perkataannyabukan sekedar “omdo” alias omong doing tetapi bisa saja orang lsin memanfaatkan watakmu itu (yang tidak suka ditantang) menjadi suatu hal yang negatif.  Tapi aku percaya etha (insya allah) dan harus  bisa membedakan yang mana yang baik untuk dirinya di masa sekarang ataupun masa depan.  Bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk keluarga, orang-orang yang kamu sayangi bahkan orang-orang yang menyayangimu.  I believe you. 
            Terima kasih etha atas segala pertanyaan-pertnayaanmu yang membuat aku mengetahui suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku.  Terima kasih atas segala semangat dan kepercayaanmu kepadaku.  Terima kasih atas segala contoh perkataan yang selalu kamu realisasikan yang membuatku percaya perkataan baikmu.  Terima kasih atas watakmu yang keras tetapi bisa luluh karena kasih sayang orang lain kepadamu begitu juga sebaliknya.  Aku takut lupa untuk berterima kasih kepadamu, menuliskan dalam tulisanini saja sudah membuatku lega.  Aku juga takut hanya menyimpan ini sendirian, karena setiap orang mempunyai hal yang patut untuk dibanggakan.  Itulah kebangganku terhadapmu.   TERIMA KASIH ETHA ;) 


Novi duduk tepat did depanku atau depan cinthia.  Aku mengenalnya ketika perkuliahan pertama dimulai pada tanggal 20 september 2010.  Aku ingat ketika pertama kali bertemu, novi memakai baju lengan pendek berwarna coklat dan putih.  Ketika itu, dia duduk disamping kiri mila.  Selama lima bulan lebih ini, aku mnegenalnya sebagai sosok perempuan yang cerdas.  Dia banyak menegetahui sesuatu hal dengan secara detail, terlebih kalau itu berhubungan dengan kesehatan.  Mungkin itu faktor dari ibunya yang seorang perawat tapi disamping itu, aku mengakui bahwa dia memang cerdas. 
            Tapi dia suka tidak sadar bahwa dia cerdas.  Tapi itu juga faktor kenapa aku menyukainya, karena ketidaksadaran itu, membuat dia menjadi seseorang yang rendah hati.  Dia juga menjadi pendiam keika berhadapan dengan orang yang tidak terlalu dikenalnya.  Kenyataannya dia orang yang suka ceplas-ceplos terhadap suatu hal atau sifat seseorang, tapi ceplas-ceplosnya dia menurutku tidak membuat seseorang sakit hati. 
            Ketika aku diceplas-ceplosin sama novi, benar-benar aku tidak memasuki dalam hati, tetapi aku mengambil sisi baik dari perkataannya.  Mungkin kalau orang lain yang berkata, aku sepertinya sedikit tersinggung.  Tapi ketika dia yang mengatakan, pemahamanku menjadi [positif  dengan apa yang dikatakannya.  Aku dan novi banyak perbedaan.  Misal, aku suka tantangan tapi dia tidak.  Aku suka buah dia suka sayur begitu sebaliknya.  Tapi aku suka perbedaan.  Dari perbedaan, itu membuat kita saling melengkapi satu sama lain.  Ga seru dong klo seluruh orang di dunia ini punya karakter dan kesukaan yang sama?.  Dunia seakan tak berwarna menurutku.
            Terima kasih Noviana Pratiwi tentang pengetahuan-pengetahuan detailmu, itu membuatku berwawasan luas  terhadap suatu hal.  Terima kasih atas perbedaan diantara kita, itu membuat aku bisa memahami dan mengerti perasaan orang lain termasuk kamu.  Terima kasih atas ceplas-ceplosmu terhadapku yang membuat diriku sadar atas kesalahan yang kuperbuat.  Hari-hariku menjadi indah dan menuju kebaikan karena perkataanmu yang jujur atas kesalahan atau kekeliruan yang sebelumnya aku tidak pernah menyadarinya.  Memang kita membutuhkan orang lain untuk menilai baik-buruknya diri kita.   Aku takut lupa untuk berterima kasih kepadamu, menuliskan dalam tulisan ini saja sudah membuatku lega.  Aku juga takut hanya menyimpan ini sendirian, karena setiap orang mempunyai hal yang patut untuk dibanggakan.  Itulah kebangganku terhadapmu.   TERIMA KASIH NOVI ;) 


Mila terkadang duduk disampingku atau disamping cinthia.  Pertama aku kenal, aku beranggapan dia pendiam.  Mila berbicara ketika ditanya, bukan dia yang memulai.  Dia lain dari teman-teman sekelas, aku katakana lain karena wajahnya.  Wajahnya beda dari orang Indonesia lainnya karena dia keturunan Arab.  Padahal itu biasa bagiku karena di SMP, SMA, bahkan tetanggaku pun juga ada yang keturunan Arab.  Tapi lain ceritanya kalau kita ditempatkan dalam satu ruangan yang belum kita kenal sama sekali orang-orangnya tetapi mila bisa langsung cepat diperhatikan karena perbedaan wajahnya.  Mungkin itu hal sepele, tapi itulah yang terjadi padaku ketika bertemu dengan mila. 
            Sudah hamper 6 bulan aku mengenalnya, mila anak yang lucu, periang, dan khayalan tentang suatu hal sangat tinggi.  Dari khayalannya, dia sering ketawa cekikikan seperti orang gila.  Ups, sorry mila. Hhehehe.  Dia tidak sependiam tentang apa yang kupikirkan terhadapnya.  Itu 180 derajat beda dengan pikiranku ketika aku sudah mengenalnya lebih dalam.  Tetapi memang sifat asli seseorang dapat keluar dengan sebenar-benarnya hanya dengan orang-orang terdekat.  Mungkin karena dia sudah mengenal kita terlebih dahulu, jadi dia berani untuk membuka sifat aslinya.
            Mila adalah orang yang rajin datang pagi-pagi.  Satu setengah jam sebelum pelajaran pertama dimulai pun, dia sudah nongkrong di depan kelas.  Hhehehe, kaya satpam aja ya mila.  Hhhahaha just kidding friend.  Mila sering bilang kalau dia tidak mengerti pelajaran tertentu tetapi ketika ujian, menurutku dia sebelumnya sudah sangat mempelajari hal-hal yang tidak dimengerti olehnya.  Mila menurutku pintar dan banyak gagasan dalam idenya tapi terkadang susah untuk mengungkapkannya dan tertahan di hatinya sendiri.
            Aku mengetahui itu bukan asal ngomong tapi memang itulah kenyataanya.  Ketika diskusi kelompok, sebenarnya aku tahu dia mengetahuinya, bahkan mungkin lebih detail tapi itu hanya ditahan olehnya.  Padahal kalau mila berani mengatakan walaupun susah untuk dijelaskan, itu akan membuka pikiran atau pemahaman lain tentang diskusi yang sedang dibahas.  Ayo mila, katakana apa yang ada dalam pikiran , jangan takut untuk salah ataupun benar.  Kalau kita tidak pernah mencoba, bagaimana kita tahu, bahwa kita gagal atau berhasil.
            Terima kasih Kammilah karena selalu memberikan kecerian dengan cerita-ceritamu yang lucu dan konyol.  Terima kasih sudah memberitahuku tantang info-info dari Gundar, info-info tentang agama yang menjadikan aku bertambah bangga menjadi seorang muslimah.  Tanpa ide-ide dan diskusi-diskusi konyolmu, mungkin hidupku  menjadi hampa dan kaku.  Terima kasih sudah mengisi hari-hariku dengan canda tawa.   Aku takut lupa untuk berterima kasih kepadamu, menuliskan dalam tulisan ini saja sudah membuatku lega.  Aku juga takut hanya menyimpan ini sendirian, karena setiap orang mempunyai hal yang patut untuk dibanggakan.  Itulah kebangganku terhadapmu.   TERIMA KASIH MILA ;) 

Cinthia selalu duduk disampingku ketika kuliah.  Terkadang aku yang dipinggir dan dia di sebelah kananku begitu juga sebaliknya.  Kita duduk di no.3 dari depan dan selalu di tengah.  Cinthia tipe orang yang tidak enak kalau merepotkan orang lain.  Orang yang tidak kenal dengannya mungkin beranggapan bahwa dia pendiam.  Tapi itu memang benar, aku katakan benar ketika bertemu cinthia di PPSPT tanggal 23 agustus 2010.  Dia satu kelas denganku di EKOB29D.
            Ketika mengisi absen, disana tertera dimana kelas kita.  Aku melihat bahwa aku 1EB12, lalu aku mencari teman yang satu kelas denganku.  Ternyata ada, dia bernama Cinthia Febriani.  Dia duduk dua dibelakangku.  Aku katakan 2 dibelakangku karena tepat dibelakangku dan di depan cinthia ada cowo bernama andar.  Ketika sudah ampir selesai acara PPSPPTnya, aku memberanikan diri meminta nomor HP cinthia.  Aku meminta nomor HP nya, agar ketika perkuliahan dimulai, aku tidak sendirian dan aku punya teman.
            Aku bertemu kedua kalinya dengan cinthia pada tanggal 20 september 2010, pada saat perkuliahan pertama dimulai.  Aku bertemu dengannya di dekat gerbang  gedung E.  Aku tidak janjian dengannya tapi ketika aku mau masuk, dia turun dari angkot D11.  Alhamdulillah aku mengingat mukanya dan namanya.  Jadi kita bareng ke kelas.  Aku ke kelas tidak hanya berdua tetapi dengan Sindy (Sinthia Dewi) dan Panji.  Aku kenal dengan sindy ketika PPSPPT juga, tepatnya pada saat ingin shalat zuhur sedangkan Panji adalah teman SMAnya sindy.
            Kita kuliah di E131 (Kampus E Gedung 1 Lantai 3 Ruang 1).  Ketika sudah sampai pintu, kami ragu-ragu karena masih sepi.  Baru ada sekitar 10 lebih dikit.  Bangku tengah nomor 2 dan 3 sudah terisi 6 orang sedangkan sebelah kiri cowo semua.  Sindy dan panji memilih duduk di sebelah kiri nomor 2 dari depan.  Aku dan cinthia pun mengikutinya tetapi aku bilang kepada sindy bahwa aku tidak suka dipinggir dan aku juga tidak jelas ketika melihat tulisan di papan tulis.  Lalu aku pindah di tengah nomor 2 dan cinthia juga pindah tapi kita terpisah karena ditengah sudah ditempati.  Jadi walaupun kita satu deretan tapi disamping cinthia ada yani, lalu etha, barulah aku.  Kemudian tepat dibelakangku ada Indah, disamping Indah ada Kammilah, Novi, dan Rika. 
            Pelajaran pertama adalah Pengantar Ekonomi 1 dengan dosen Pak Mujiyana.  Pak Mujiyana adalah wali kelas kami.  Kembali kepada cinthia.  Itulah awal perkenalan aku dengan cinthia.  Hampir setengah tahun kita kenal, tapi aku setidaknya sudah mengenal dia.  Aku mengetahuinya karena kita selalu terlibat dalam diskusi yang ringan maupun berat.  Dari sana aku sudah bisa mengenal karakter cinthia.  Mungkin ada yang bilang dia lemot tapi aku menganggap bahwa dia tidak fokus  dengan apa yang dibicarakan bukan karena dia tidak mengerti.  Dia juga pernah berkata, ada yang bilang dia lemot padahal katanya dia sebenarnya tidak dengar ucapan lawan bicaranya.
            Cinthia juga berpengetahuan luas, dia tahu hal-hal yang belum aku ketahui sebelumnya.  Dari dialah aku mendapat pengetahuan atau sesuatu hal yang baru.  Dia bisa bercanda atau cerewet hanya dengan teman-teman dekatnya.  Jadi, salah kalau ada yang bilang dia pendiam.  Bukankah setiap orang pendiam ketika bertemu orang-orang yang asing baginya?.  Nah, karena itulah kenali seseorang lebih dalam.  Jangan langsung mendokrin wataj seseorang seperti tampak dari luarnya saja.
            Sebenarnya masih banyak karakter-karakter cinthia tetapi tidak mungkin aku jelaskan satu per satu.  Terima kasih cinthia untuk segala kebaikanmu kepadaku, menerimaku apa adanya, mengerti aku dan juga selalu memperbaiki kata-kataku kepada orang lain agar mereka mengerti maksudku.  Tanpamu, mungkin hari-hariku terasa berbeda.  Aku takut lupa untuk berterima kasih kepadamu, menuliskan dalam tulisan ini saja sudah membuatku lega.  Aku juga takut hanya menyimpan ini sendirian, karena setiap orang mempunyai hal yang patut untuk dibanggakan.  Itulah kebangganku terhadapmu.  Terima kasih cinlay.  Ups sorry, maksudnya TERIMA KASIH CINTHIA ;)