NAMA            : SARLINDA
NPM               : 26210390
KELAS           : 3EB01


Judul Buku                  : Madre
Penulis                         : Dewi “Dee” Lestari
Penyunting                  : Sitok Srengenge
Perancang Sampul       : Fahmi Ilmansyah
Penerbit                       : Bentang Pusttaka, Yogyakarta
Cetakan                       : Pertama, Juni 2011
Tebal                           : 160 Halaman

           
Madre.  Dari judulnya saja, saya beelum mmengerti dan tidak bisa menerka-nerka apaa maksud dari madre tersebut.  Ya, setelah saya mulai membaca lembar demi lembar, barulah saya tahu, apa makna madre dari judul buku karya Dewi Lestari ini.  Madre adalah sebuah kumpulan karya selama 5 tahun terakhir Dewi Lestari yang akrab dipanggil Dee.  Terdiri dari 13 karya fiksi dan prosa pendek.  Tai saya disini akan menjelaskan tentang karya yang berjudul madre seperti nama bukunya.
            Siapa dia? Kenapa aku?.  Itulah pertanyaan-pertanyaan di pikiran seorang pemuda bali yang datang ke jakarta karna ada suatu urrusan yang harus diselesaikan.  Pemuda bali itu bernama Tansen Roy Wuisan.  Tansen tidak htahu kenapa dia harus berada disini.  Aneh buat dirinya dan mungkin orang lain juga beeranggapan seperti itu.  Tansen seorang pria berkulit hitam, rambut gimbal, hidung panjang, mata besar berbulu lentik dan keturunan India manado berada di TPU etnis Tionghoa dan berdiri di depan nisan bernama Tan Sin Gie.
            Beberapa saat kemudian datang seorang pengacara memberikan sebuah warisan untuknya.  Ketika dibuka, warisan tersebut adalah sebuah kunnci dan secarik kertas yang beisi alammat.  Datanglah ia ke alamat itu agar urusan cepat selesai dan dia bisa pulang ke Bali.  Singkat cerita dia dijelaskan oleh seorang laki-laki tua berumur sekitar 80-an bernama Hadi bahwa dia adalah cucu kandung dari Tan Sin Gie.  Dalam sehari kehidupan Tansen berubah, darahnya mendadak seperempat tionghoa, neneknya ternyata tukang roti, dan dia mendapatkan warisan seorang anggota keluarga bernama madre.
            Madre dalam bahasa Spanyol artinya Ibu.  Madre disini merupakan sebuah adonan biang untuk membuat roti.  Setelah itu, karena dia bosan, lalu ia pergi ke warnet dan menceritakan perjalanan hidupnya yang berubah dalam sehari di blog pribadinya.  Lalu keesokan harinya ia mengecek blog pribadinya.  Sederet komentar menanggapi blog ribadinya.  Ada 3 kali komentar yang sama tentang ketertarikannya pada madre, samai-sampai ia mencantumkan nomor ponselnya.  Lalu Tansen memberi pesan ke seseorang yaang tadi mencantumkan nomor ponselnya.  Isi pesannya : “Saya Tansen.  Rotinya Nggak dijual.  Sori.”.  Tak lama setelah itu hp Tansen menerima panggilan.  Ya itu dari orang yang mencantumkan nomor ponselnya di pesan.  Dia adalah Meilan Tanudwidjaja.
            Mei adalah keturunan Tionghoa, mata Mei terbilang besar dan bulat, warna kulitnya kuning bersih, dan rambutnya sebahu warnanya rambutnya di cat kepirangan.  Dia sangat tertarik dengan madre.  Perjalanan Tansen dimulailah saat kedatangan Mei.  Apakah seorang Tansen yang kerjanya serabutan di Bali akan bisa membangun kembali toko roti yang sudah lama tidak berproduksi?.  Bagaiman perjuangan Pak Hadi untuk meyakinkan Tansen?.  Bagaimana kisah cinta yang terjalin antara Tansen dan Mei?.  Temukan semuanya dalam Madre.
Kelebihan
            Dee adalah seorang penulis yang selalu ingin tahu.  Dari keingintahuannya itu bisa menghasilkan sebuah karya.  Mungkin, banyak hal-hal kecil yang terlewatkan oleh orang lain, tapi Dee memikirkan hal itu.  Madre adalah suatu keingintahuannya tentang roti.  Ya begitulah, orang-orang besar memang memperhatikan hal-hal kecil.  Tapi saya meyaakini dan belajar dari sebuah kata “Hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil”.  Dee juga penulis yan cerdas, dia mengkritisi apapun itu dan membuat pembaca mengerti secara detail apa yang dimaksudkan olehnya.

Kekurangan
            Di buku madre ini, jujur saya kurang bisa memahami puisi-puisi Dee.  Kalau cerita pendeknya bagus dan bisa dipahami, tapi ketika puisi, berulang-ulang kali saya baca dan hayati, saya bingung.  Butuh pendalaman/pemahaman yang tinggi.  Ya mungkin karena puisi itu adalah bahasa tersirat, jadi aa yang saya yakini/pahami, mungkin berbeda oleh makna yang dimaksudkan oleh Dee.





A.    Pengertian Penalaran Induktif
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
  Induksi pada pengertian tradisional dipisahkan secara rigid dari deduksi untuk menunjuk pada suatu metode saintifik yang berupaya tiba pada konklusi melalui bukti-bukti (evidences) partikular mengenai dunia. Dalam sains, akumulasi bukti-bukti (evidences) bermakna derajat tertentu terhadap sokongan munculnya hipotesis, kalau bukan konklusi.
              Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
              Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
B.      Bentuk-Bentuk Penalaran Induktif
Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

1)   Generalisasi 
               Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
        • Luna Maya adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
        • Revalina. S. Temat adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
        *Generalisasi: Semua bintang film berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang film berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
         Bella juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

Macam-macam generalisasi :
          a.  Generalisasi sempurna
          Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
           b. Generalisasi tidak sempurna
           Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomenayang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
Ø  Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
Ø  Sampel harus bervariasi.
Ø  Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

2)       Analogi
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
1.    Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
2.    Meramalkan kesamaan
3.    Menyingkapkan kekeliruan
4.    Klasifikasi

Contoh analogi : Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk   
3)  Hubungan Kausal
Hubungan sebab akibat / hubungan kausal ialah hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permsalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.
Contoh hubungan kausal  :
Kuberikan sedikit uang disakuku untuk membeli obat, ia menatap wajahku.. Menitikkan air mata lagi.. Ia menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat dan makanan untuk adik dan ibunya dirumah.
Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan anak itu bersama ibunya di pasar. Mereka menghampiriku,, memberiku sedikit makanan kecil sebagai ungkapan terima kasih padaku karena telah membantu anak itu beberapa hari yang lalu.
Pengertian lain :
Hubungan kausal (kausalitas) merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuri dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak diliputi keraguan apapun.
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
     Macam hubungan kausal :

a)      Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b)      Akibat – Sebab.
Bobi tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c)      Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
Contoh Kausal : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Tambahan :
*) Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

SUMBER



            Dari temanya sendiri yaitu pembenahan hukum ekonomi di Indonesia.  Bagaimana solusinya ?.  Untuk membenahi suatu hukum, butuh kerjasama dari semua pihak.  Terutama pemerintah, tapi di sisi lain  pengusaha/penjual dan konsumen pun turut serta dalam terciptanya hukum ekonomi di Indonesia. Solusi disini dapat diartikan dengan cara-cara bagaimana membenahi hukum di Indonesia itu sendiri.

            Latar belakang hukum ekonomi di Indonesia harus dibenahi, bisa kita lihat dari sejarah, contoh  tahun 1930-an,dunia mengalami masalah pengangguran,  tahun 1940 dunia mengalami masalah merealokasikan sumber daya yang langka dengan cepat antara kebutuhan perang dengan kebutuhan sipil. Tahun 1950 terjadi masalah inflasi, tahun 1960 terjadi kemunduran pertumbuhan ekonomi, tahun 1970 dan awal tahun 1980 terjadi kasus biaya energi yang meningkat, memasuki akhir tahun  2008 sampai dengan saat ini krisis finansial global yang dimulai di Amerika Serikat sejak 2007 yang dipicu macetnya kredit perumahan  (subprime mortgage) juga telah menimbulkan permasalahan yang mendunia.

            Dampak yang dirasakan Indonesia antara lain karena perekonomian dunia melemah sehingga pasar ekspor bagi produk Indonesia menjadi sangat menurun, nilai tukar rupiah terdepresiasi sehingga hutang luar negeri pemerintah maupun swasta menjadi beban yang cukup berat. Bagaimanakah caranya untuk membenahi semua ini???

            Padahal di Indonesia sudah terdapat hukum perekonomian.  Hukum ekonomi tertinggi terdapat dalam pasal 33 UUD 1945, yang berbunyi :
(1)    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan
(2)    Cabang–cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang  banyak dikuasai oleh Negara.
(3)    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
(4)    Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
(5)    Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

            Pasal 33 ini sangat erat hubungannya dengan hukum ekonomi, tapi apakah kita benar-benar telah memahami makna pasal tersebut?.  Dari pasal 33 ayat 1, terdapat kata-kata ‘asas kekeluargaan’.  “Asas kekeluargaan” adalah istilah Indonesia yang sengaja diciptakan untuk memberi arti brotherhood, seperti halnya persatuan Indonesia” adalah istilah Indonesia untuk nasionalisme, dan “kerakyatan” adalah istilah Indonesia untuk demokrasi. Memang yang bisa memahami asas kekeluargaan adalah mereka yang bisa memahami cita-cita perjuangan dalam konteks budaya Indonesia, yang mampu merasakan sesamanya sebagai saudara. Jadi asas kekeluargaan  yang brotherhood ini bukanlah asas keluarga atau asas kekerabatan yang nepotistik. Kebersamaan dan kekeluargaan adalah asas ekonomi kolektif (cooperativism) yang dianut Indonesia.

                        Pasal 33 ayat 1 itu telah menjelaskan makna asas kekeluargaan.  Bisa kita artikan pula, kekeluargaan menjadi sebuah kerjasama antara pemerintah, pengusaha, konsumen atau dapat dikatakan semua warga Indonesia menjalankan hukum ekonomi itu sebgai sebuah keluarga.  Memiliki rasa kerjasama satu sama lain dan berbagi bukan egois.  Egois disini diartikan hanya ingin dia yang baik saja.  Baik dalam hal kesejahteraan sosial atau lain-lain.  Jadi pemerintah yang mengurusi hal ini harus memiliki sifat yang jujur dan memang ikhlas dalam menjalankan pekerjaannnya.  

            Selain moral dari setiap individu untuk berbuat jujur, pemerintah juga harus mempunyai upaya-upaya agar setidaknya perekonomian di Indonesia membaik.  Bagaimanakah caranya?  Pasal 33 ayat 1 menerangkan bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.  Usaha disini yaitu koperasi.  Pemerintah harus mengambil peranan yang besar agar memajukan koperasi di Indonesia.  Koperasi adalah unit usaha yang berdasarkan kekeluargaan yang erat.  Setidaknya setiap anggota dapat terbantu dan juga setiap anggota mempunyai kemampuan untuk mengolah suatu usaha.  Selain itu, pemerintah juga memberikan pelatihan bagi masyarakat mengenai wirausaha atau pelatihan-pelatihan tentang koperasi.  Pemerintah juga memberikan keringanan atau bunga kecil bagi seorang yang ingin membuka usaha.  Peraturan-peraturan untuk pemberian kreditpun dimudahkan. 

            Dengan kata lain pemerintah turut mendukung koperasi dan ukm-ukm kecil.  Bila kita ingin memebenahi sesuatu, mulailah dari hal-hal kecil terlebih dahulu.  Tahap demi tahap harus dilalui.  Tak lupa, BUMN juga turut andil.  Ketiga aspek tersebut berkaitan dengan trilogi pembangunan.  Semuanya semata-mata diwujudkan untuk kesejahteraan rakyat.
 
            Dari semua ini, dapat disimpulkan pembenahan hukum ekonomi di Indonesia ini merupakan suatu “PR” bersama, bukan hanya pemerintah saja, tapi semua rakyat Indonesia turut andil dalam hal ini.  Pemerintah mengurusi dan memberikan upaya-upaya yang baik bagi warga dan warga Indonesia mematuhuinya.  Pemerintah juga harus melaksanakan tugasnya dengan benar dan baik, karena pemerintah bekerja bukan hanya untuk mendapatkan gaji semata, dilain pihak pemerintah juga bekerja demi warga dan negaranya agar Negara kita menjadi lebih baik lagi. Amin.

SUMBER
http://radityowisnu.blogspot.com/2011/01/pancasila-dan-pasal-33-uud-1945.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/09/pasal-33-uud-45-ekonomi-koperasi/
http://www.bappenas.go.id/blog/?p=97


            Sudah dijabarkan dalam tulisan sebelumnya yang berjudul Benahi Perlindungan Konsumen, bahwasanya hak-hak konsumen di Negara kita tercinta ini belum sepenuhnya ditegakkan.  Saya katakan belum sepenuhnya, karena mungkin beberapa konsumen ada yang telah merasa hak-haknya sebagai konsumen telah terpenuhi.  Tetapi perbandingan orang-orang yang telah terpenuhi haknya sebagai konsumen sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang merasa bahwa haknya belum terpenuhi.
            Jangan kita melihat terlalu jauh persoalan ini ke titik yang berat, kita lihat saja di lingkungan sekitar kita bahkan mungkin dimulai dari diri kita sendiri.  Ambil contoh dari salah satu hak konsumen yaitu “hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif”.  Di tulisan sebelumnya ada contoh tentang pelayanan rumah sakit yaitu adanya diskriminatif tentang masalah keuangan.  Ada lagi contoh yang mungkin sering ditemukan di sekitar yaitu misal si A adalah seorang anak yang mungkin belum terlalu mengerti ketika ingin membeli barang elektronik.  Kita umpamakan si A adalah anak perempuan berusia 16 tahun.  Lalu ketika dia ingin membeli sebuah elektronik, kita umpamakan I-Pod.  Nah ketika anak itu ingin membeli dan sebelumnya bertanya ke penjual.  Si penjual seringkali tidak memberikan informasi sepenuhnya.  Mereka lebih menekankan kebaikan dari barang tersebut.  Alhasil anak yang masih polos itu membeli dan biasanya si penjual juga memberikan harga di atas harga pasaran.
            Nah kejadian tersebut banyak kita jumpai di sekitar.  Konsumen yang seharusnya mempunyai “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”.  Tetapi penjual tidak menegakkan undang-undang yang sudah berlaku.  Dalam hal ini, mungkin penjual juga tidak mengetahui informasi tentang undang-undang yang sudah di berlakukan di Negara kita ini atau mungkin saja tahu tapi pura-pura tidak tahu.  Tapi yang jelas, itu hanya sebagian penjual, tidak semuanya.  Dalam kenyataannya, masih banyak kok penjual-penjual yang jujur, meski itu menjadi suatu kelompok minoritas di Negara ini.
           
            Banyak keterkaitan dalam hal ini tentang masalah moral.  Agar semua permasalahan di Negara ini ingin menjadi lebih baik.  Dasarnya adalah perbaikan moral dari setiap individu.  Tidak hanya dalam masalah penjual yang tidak jujur.  Di Negara ini, ketidak jujuran dapat kita sorot dalam hal korupsi.  Wakil-wakil rakyat yang seharusnya mewakili suara-suara rakyat dalam masalah-masalah Negara tapi mereka malah membuat masalah di Negara kita menjadi besar.  Uang rakyat dipakai untuk senang-senang dan lain sebagainya.  Dimanakah hati nurani mereka?  Apa sebenarnya tujuan mereka masuk dalam kepemerintahan?.  Apakah hanya untuk suatu kebanggaan di tengah lingkungannya? 
            Kembali ke topik sebelumnya menegenai penegakkan konsumen, apakah sudah ditegakkan?  Sekiranya saya sudah menuliskan contoh, mungkin, Anda bisa menjawabnya sendiri!?.  Tadi kita telah membahas dari sisi penjual, apakah sebenarnya mereka mengetahui undang-undang yang ada atau tidaknya / tahu tapi berpura-pura tidak tahu.  Sekarang kita membahas dari sisi konsumen.  Dalam kenyataannya konsumen itu lemah dalam hal informasi.  Mereka juga pada umumnya lemah atau setidaknya mempunyai keterbatasan dalam mengakses sumber-sumber daya ekonomi guna menopang kehidupan. Kekuatan modal dan pasar telah melemahkan kedudukan konsumen, bahkan untuk melindungi dirinya sendiri. Dengan kata lain, konsumen memang membutuhkan perlindungan dalam arti yang sesungguhnya. Lebih daripada itu, konsumen membutuhkan penguatan dan pemberdayaan untuk dapat (sedikit) meningkatkan daya tawar mereka di hadapan pelaku usaha.
            Tujuan penegakkan undang-undang dalam perlindungan konsumen dimaksudkan untuk melindungi konsumen.  Tetapi melihat dari kenyataan yang ada, tujuan tersebut menurut saya belum tercapai. Masih ada makanan-makanan yang kadaluarsa dijual di pasaran.  Bukankah hal itu bisa mencelakakan nyawa manusia.  Iklan-iklan kartu seluler yang banyak berkata ada bonuslah atau apalah, tapi kenyataannya itu hanya kebohongan belaka.  Misal mau komplainpun, konsumen terkadang tidak tahu mesti kemana dan berbuat apa. Bisa saja penjual mengatakan bahwa ada kata-kata untuk membenarkan mereka.  Memang iya ada, tapi biasanya kata-kata tersebut ditulis sangat kecil, jadi ketika ada iklan tersebut, kita hanya terpusat pada kata-kata yang tulisan dapat kita baca atau hurufnya besar-besar.  Atau mungkin mengelak hanya kerugian berapa ribu tapi itu bukan hanya satu dua orang yang tertipu.  Kalau diakumulasikan pastinya banyak dan penjual merauk untung dari tipuan-tipuan iklan tersebut.
            Salah satu hak konsumen juga yang menurut saya seperti benar-benar tidak ditegakkan bahkan seolah-olah hak ini seperti tidak ada, yaitu “hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen”.  Sangat disayangklan sekali hal ini ada dalam undang-undang tapi sepertinya tidak dijalankan sama sekali.  Dalam hal ini, pemerintah juga harus tegas dalam menegakkan undang-undang.  Butuh kerjasama dari semuanya, baik pemerintah, pengusaha/penjual, dan konsumen.  Agar hal ini bisa disinergikan menjadi terwujudnya undang-undang yang berlaku.
            Sosialisasi dari pemerintah, pengusaha dan konsumen yang menegetahui undang-undang tersebut dan setelah mengetahuinya, hal itu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Bila hanya salah atu saja yang mematuhinya, hal ini tidak akan berjalan.  Bukankah ketika apapun dilakukan bekerjasama akan menjadi baik.  Nah darisini, mulailah dari diri sendiri dulu.  SEMANGAT :D

SUMBER

http://lembagakonsumen.org/2010/10/kebijakan-perlindungan-konsumen-%20%20%20%20%20di-diy/